Minggu, 25 Desember 2011

Intan, Icon Kota Martapura

Tidak hanya terkenal sebagai kota "Serambi Mekah", Martapura juga terkenal sebagai kota Intan, dimana intan-intan mentah yang dihasilkan dari desa Cempaka akan  diproses menjadi Perhiasan-perhiasan cantik di kota Martapura.

Kawasan Wisata Pendulangan Intan Tradisional terletak di desa Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka Banjarbaru. Untuk menuju kawasan wisata pendulangan intan tradisional ini, banyak akses transportasi darat yang bisa kita pilih, tentunya relatuf cepat, mudah dan murah.

Sebagian besar, masyarakat di desa Sungai Tiung adalah berprofesi sebagai pendulang Intan. Kegiatan mendulang Intan atau masyarakat setempat menyebutnya "Mandulang", biasanya dimulai sejak pagi Hari, ketika matahari segar mulai menyengat. Mereka memulai pekerjaan dengan menembak lobang galian dengan cara menyemprotkan air lewat pipa. Kemudian materi tanah dan batu yang terkikis di dasar lobang, mereka angkat dengan cara menyedotnya menggunakan mesin. Penyedotan dilakukan oleh tiga sampai lima orang. Materi yang tersedot disaring di sebuah bangunan berbentuk menara yang diletakkan di bibir lobang galian. Nah, hasil penyaringan itulah, mereka kumpulkan dalam sebuah kolam, yang kemudian dimulailah kegiatan malinggang.

Pada saat malinggang, bagi yang lagi bernasib baik mereka akan Mendapatkan Intan, masyarakat setempat menyebutnya dengan isdilah "Bangkit", Kemudian Intah mentah Tersebut akan dijual kepada para pengrajin Intan, harga intan tergantung pada kualitasnya, apabia Intan tersebut mulus atau tanpa bercak, maka harga jualnya tinggi, sedangkan intan yang ada bercaknya (Intan Batahi lalat), harga jualnya akan lebih rendah.



Proses Malinggang


Intan Mentah (putri Malu)



Sekian dan terimakasih, mohon maaf apabila ada kesalahan atas Informasi yang saya berikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar